Belakangan ini, banyak orang tua merasa dipusingkan dengan kids zaman now (baca: anak-anak zaman sekarang). Mereka merasa aneh dan tidak memahami tingkah laku, nilai-nilai, pola pikir dari kids zaman now. Mereka merasa anak-anak zaman sekarang sangat berbeda dengan mereka ketika mereka kecil.

Perbedaan itu dipertajam ketika orang tua belajar tentang teori generasi yang pelopori oleh William Strauss dan Neil Howe. Teori itu membagi manusia berdasarkan tahun kelahirannya: G.I. Generation (1901-1924), Silent Generation (1925-1942), Baby Boom Generation (1943-1960), Generation X (1961-1981), Generation Y (1982-2004), Generation Z (2005-2010) dan Generation Alpha (2011-sekarang). Orang tua menjadi takut tidak bisa memahami anak dan takut bertindak dalam mendidik anak. Mereka hanya bisa membiarkan dengan alasan generasinya sudah berbeda.

Namun, saya ingin memberitahu satu hal penting bahwa anak-anak yang lahir pada zaman sekarang (generasi alpha) sama dengan anak-anak yang lahir pada zaman-zaman sebelumnya. Mereka ibarat kertas putih tanpa coretan. Yang berbeda adalah orang yang mengisi kertas putih tersebut. Yang berbeda dan berubah adalah pola didik orang tua terhadap anak-anaknya. Tentu saja perkembangan teknologi turut memengaruhi pola didik orang tua.

Yang berubah adalah parents zaman now (baca: orang tua zaman sekarang), bukan anak-anak. Perubahan anak hanyalah dampak dari perubahan pola didik orang tua. Perubahan pola didik ini terjadi pada orang tua baik secara individual maupun komunal; baik secara lokal maupun global. Berikut ini beberapa perubahan yang terjadi pada pola didik orang tua.

  1. Parents zaman now memberikan telepon pintar kepada anak-anak (bahkan sejak bayi), supaya anak-anak tenang dan diam. Orang tua tidak ingin terganggu dengan tangisan, keinginan, atau ajakan anak untuk bermain. Dan memang, semua bayi pasti akan diam jika dihadapkan pada layar terang yang berisi film-film animasi, musik, atau permainan-permainan digital. Ya, semua anak, bahkan jika itu terjadi pada anak-anak di zaman boomers.
  2. Kemampuan parents zaman now dalam bercerita (story telling) hampir tidak ada lagi, padahal anak selalu menyukai cerita. Orang tua menyerahkan tugas bercerita kepada youtube.com. Jadi yang bercerita adalah benda, bukan orang tua, dengan alasan mengikuti perkembangan zaman.
  3. Parents zaman now tidak lagi memberikan buku Alkitab kepada anak-anak mereka dan tidak mempersoalkan apakah anak membawa Alkitab ke gereja atau tidak, apakah anak membaca Alkitab atau tidak di rumah. Mereka menyuruh anak-anak mengunduh aplikasi alkitab di telepon pintar sehingga tidak perlu repot membawa buku Alkitab.
  4. Parents zaman now tidak lagi belajar bersama anak ketika anak mendapat tugas sekolah. Mereka menyuruh anak-anak membuka google karena semua jawaban ada di sana.
  5. Parents zaman now tidak lagi menanyakan kepada anak tentang kabar anak hari itu ketika mereka berkumpul di meja makan di rumah atau di restoran. Sambil menunggu makanan dihidangkan, orang tua membuka telepon pintar mereka hanya untuk melihat facebook, whatsapp, atau mengerjakan tugas yang masih menumpuk yang tidak terselesaikan di kantor. Daripada bengong melihat orang tua mereka sibuk sendiri, akhirnya anak membuka telepon pintar mereka dan memainkan permainan digital di dalamnya.

Jadi, daripada berusaha sekuat tenaga untuk memahami kids zaman now, adalah lebih baik bagi parents zaman now memberikan perhatian terhadap pola didiknya sendiri. Karena, kebaikan anak-anak di masa depan dimulai dari cara orang tua mendidik mereka.

© 2015 GKI Surya Utama
Top
Follow us: