04_April_2nd

Ternyata sulit membedakan antara orang baik dengan orang benar. Perhatikanlah kisah berikut ini.  Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmati bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis. Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 9.000 dollar. Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya. Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yang akan mengilhami yang lain!

Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. “Kekasihku sedang menunggu. Aku hanya ingin ayam gorengku.” Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu kepada wartawan. Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya.

“Aku tidak mengerti” kata pemilik restoran. “Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon, beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?”

“Itulah masalahnya,” kata si pemuda. “Istriku ada di rumah. Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini.”

Tidak sedikit orang terkecoh bila menilai orang baik dan orang benar. Dianggapnya mereka sama saja.  Padahal sangat berbeda.  Yang perlu dipahami, orang baik adalah orang yang melakukan segala perbuatan yang dianggap baik oleh orang lain. Orang seperti ini cenderung ”menyenangkan” orang di sekitarnya dan menjadi ”panutan”. Tujuannya agar ia disukai orang dan dinilai sebagai orang baik di lingkungannya.

Sedangkan orang benar adalah orang yang berkenan dihadapan Tuhan. Ia melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dan bukan  manusia. Namun orang seperti ini sering mengalami benturan bahkan cercaan dari orang lain yang merasa bahwa kebenaran yang diyakininya itu tidak sesuai dengan kebiasaan atau bahkan ”trend” yang ada di masyarakat pada umumnya. Padahal itu justru yang benar. Karena itu Orang yang baik belum tentu benar,tetapi orang yang benar sudah tentu baik dihadapan Tuhan dan manusia.

Dan kebaikan lebih mengarah kepada sifat di luar diri kita serta hanya dapat dilihat dari perbuatan. Tetapi kebenaran berasal dari dalam dan hanya bisa diraih dengan iman dan percaya kepada Tuhan.  Untuk itu , supaya kita hidup sebagai orang benar maka ujilah setiap tindakan atau perilaku kita, apakah berkenan di hadapan Tuhan. seperti firman Tuhan mengatakan:  “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan” ( Efesus 5:8-10).

© 2015 GKI Surya Utama
Top
Follow us: