Ucup dan Pak Pendeta sedang duduk santai di teras gereja sambil menyeruput secangkir kopi.

Ucup : Pak Pendeta, bulan ini kan Bulan Pelayanan di gereja kita. Ini maksudnya apa ya pak? Apakah pada bulan ini kita melayani? Lantas, bulan lain kita tidak melayani? Begitu, Pak?

Pendeta : Bukan begitu, Ucup. Kita selalu melayani, baik pada bulan ini maupun bulan-bulan berikutnya. Bulan pelayanan ini maksudnya mau mengingatkan kita semua akan panggilan pelayanan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diingatkan kembali kalau Tuhan memanggil kita menjadi pelayan-Nya.

Ucup : Bagaimana kita tahu Tuhan memanggil kita menjadi pelayan-Nya, Pak Pendeta?

Pendeta : Panggilan pelayanan itu bersifat universal. Artinya semua orang dipanggil untuk melayani dan menjadi pelayan Tuhan. Tuhan Yesus memberi teladan ketika Ia datang ke dunia untuk melayani. Maka sebagai pengikut-Nya, kita pun harus melayani.

Namun, panggilan pelayanan juga bersifat personal. Artinya, Tuhan memanggil setiap orang dengan cara yang berbeda. Misalnya, melalui ajakan teman-teman, nasihat orang tua, gereja, khotbah pendeta di mimbar gereja, Alkitab atau buku lainnya yang kita baca. Tuhan juga bisa memanggil seseorang melalui pengalaman pahit dan tidak menyenangkan. Jadi, setiap orang dipanggil dengan cara yang berbeda-beda. Hanya diri sendiri yang mampu merasakan panggilan Tuhan.

Ucup : Sebenarnya, siapa sih yang kita layani? Manusia atau Tuhan?

Pendeta : Ada yang mengatakan bahwa yang kita layani adalah Tuhan, bukan manusia. Ini adalah pernyataan yang keliru karena pada kenyataannya kita berhadapan dengan manusia. Pernyataan lain yang juga mengandung kekeliruan adalah kita melayani manusia, bukan Tuhan. Tuhan tidak perlu dilayani.

Mari kita mengibaratkan pelayanan itu seperti sebuah restoran. Tuhan menjadi pemilik restoran. Kita adalah orang yang bekerja kepada Tuhan sebagai pelayan di restoran itu. Orang lain adalah pelanggan restoran. Secara teknis, kita di restoran itu melayani pelanggan. Jadi kita melayani orang lain karena kita adalah pelayan yang bekerja untuk Tuhan.

Ucup : Pak Pendeta, apakah melayani harus di gereja? Ada orang Kristen yang mengatakan kalau melayani Tuhan tidak harus di gereja. Tetapi, ada juga yang bilang bahwa kita hanya bisa melayani di dalam gereja. Di luar gereja bukan pelayanan.

Pendeta : Melayani adalah gaya hidup anak-anak Tuhan. Apakah melayani harus di gereja, maka jawabannya adalah iya, harus. Apakah melayani bisa di luar gereja? Bisa dan harus. Jadi kita melayani di sepanjang hidup kita dan di mana pun kita berada, di gereja dan di luar gereja.

Ucup : Kalau di gereja, pelayanan apa yang bisa kita lakukan, Pak?

Pendeta : Ya macam-macam. Ada banyak sekali pelayanan yang bisa kita lakukan di gereja. Secara umum, peran-peran yang ada di gereja dan bisa diambil oleh para pelayan gerejawi adalah mengajar, mengatur, mendampingi, menyiapkan, dan melaksanakan. Semua itu dilakukan dalam rangka menyelenggarakan pemberitaan firman Tuhan di gereja.

Jadi kamu siap mengambil peran pelayanan apa, Cup?

Ucup : Saya pikir-pikir dulu ya, Pak.

Pendeta : #TepokJidat

© 2015 GKI Surya Utama
Top
Follow us: