05_May_1st

Ikan nemo (disebut juga ikan badut atau ikan giru; dalam bahasa Inggris disebut clownfish) memiliki ukuran antara 6 cm sampai 18 cm. Warna ikan nemo tergantung spesiesnya, umumnya berwarna kuning, oranye, kemerahan, atau kehitaman. Pada tubuhnya terdapat corak yang khas berupa garis atau bagian berwarna putih. Ikan hias ini mendiami perairan di Samudra Hindia dan Samudera Pasifik, termasuk di perairan laut Indonesia. Keindahan dan kekhasan warna tubuhnya ini yang kemudian membuat ikan giru atau nemo ini menjadi ikan hias favorit.

Ikan badut juga dikenal dengan simbiosis mutualisme (interaksi saling menguntungkan) yang dilakukannya dengan anemon laut. Anemon laut menjadi pelindung bagi ikan badut dari para pemangsa sedangkan sebaliknya ikan badut membersihkan anemon dari sisa-sisa makanannya. Interaksi inilah yang kemudian membuat ikan badut dinamai juga sebagai ikan anemon (anemonefish).

Pada tahun 2003, Pixar membuat film yang berjudul Finding Nemo. Film ini menjadi salah satu film animasi yang paling sukses yang dibuat oleh Pixar dan mendapat penghargaan Academy Award untuk kategori Best Animated Feature. Finding Nemo menceritakan tentang perjalanan seekor ikan Nemo kecil dan orang tuanya dari tempat tinggal mereka di The Great Barrier Reef, Coral Sea, Queensland, sampai ke Sydney. Nemo kecil tertangkap oleh nelayan, sedangkan orang tuanya, Marlin, berenang menjelajah laut mencari Nemo. Marlin menemukan tujuan nelayan penangkap anaknya dan mengejarnya sampai ke Sydney.

Seorang pakar biologi kelautan dari University of Exeter, Inggris, bersama dengan timnya melakukan penelitian terhadap kemampuan ikan nemo dalam menjelajah lautan. Hasilnya, seekor ikan nemo mampu menjelajah lautan lebih dari 400 km. (http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0107610)
Tentu saja itu bukan perjalanan yang mudah. Ada banyak rintangan dan arus yang harus dilawan untuk sampai pada tujuan. Jika ikan itu mengikuti arus laut, ia tidak akan sampai ke tempat yang dituju.

Dalam salah satu persidangannya, Gubernur Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) bercerita tentang pertanyaan anak-anak TK. Anak-anak itu bertanya mengapa dia selalu melawan Arus. Ahok kesulitan menjelaskan jawabannya kepada anak TK tersebut. Akhirnya, ia mengajak anak-anak TK itu menonton film Finding Nemo. Di akhir film, Ahok mengibaratkan dirinya sebagai Nemo kecil yang berusaha menyelamatkan ikan-ikan lain dari jaring nelayan. “Jadi, harus ada yang melawan arus demi menyelamatkan ikan-ikan lainnya,” kata Ahok.

Orang Kristen senantiasa diminta untuk tidak mengikuti arus dunia. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus melakukan apa yang benar dan yang berkenan kepada Tuhan, sekalipun untuk melakukannya membutuhkan pengorbanan. Roma 12:2 mengatakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Satu nemo kecil yang melawan arus lautan Jakarta sudah dapat membuat banyak perubahan bagi kehidupan kota Jakarta. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi jika setiap orang bersedia melawan arus dan menjadi nemo kecil untuk kota dan negara kita tercinta.

© 2015 GKI Surya Utama
Top
Follow us: