04_April_4th

“Wi, gue lihat lu makin lengket aja nih sama si Bob,” tanya Ucup kepada Tiwi, “Udah jadian ya?”
​“Apanya yang jadian? Gue cuma dekat aja kok. Enggak jadian,” jawab Tiwi.
​“Kok bisa enggak jadian? Kemarin gue lihat lu mesra banget sama si Bob. Jalan ke mana-mana berdua. Gandengan tangan lagi. Gue kira lu udah resmi pacaran sama dia.”
​“Yah, begitulah, Cup. Gue sih pengennya pacaran. Tapi dia belum siap pacaran. Jadi, buat gue, HTS-an pun enggak masalah sambil nunggu dia siap.” kata Tiwi sambil menghela nafas.

***

Di kalangan remaja dan pemuda ada yang namanya Hubungan Tanpa Status (HTS). Hubungan tanpa status adalah hubungan antara sepasang anak manusia tanpa status, ikatan, atau komitmen apa pun. Level hubungan ini berada di antara teman dan pacar. Jadi, dua orang yang menjalin HTS bukanlah teman biasa tetapi tidak juga berpacaran. Namun, keduanya memiliki kedekatan dan keintiman seperti orang berpacaran.
Banyak hal yang menyebabkan HTS ini terjadi. Misalnya, salah satu atau keduanya belum menentukan pilihan dengan mantap. Bisa juga karena keduanya dilarang berpacaran oleh orang tua, maka supaya tetap taat terhadap orang tua tetapi keinginan dan perasaan dapat terwujud, mereka memilih jalan HTS. HTS juga bisa terjadi karena salah satu atau keduanya tidak ingin terikat atau memiliki komitmen hanya kepada satu orang saja. Mereka bisa bebas menjalin hubungan lagi dengan orang lain tanpa ada tuntutan dari teman HTSnya. Lebih lagi, mereka bisa dekat dengan orang lain tanpa merasa bersalah karena tidak ada ikatan dan komitmen apa pun terhadap pasangan HTSnya.
Apa pun alasannya, HTS bukanlah hal yang baik untuk dijalani. Cepat atau lambat dapat membuat salah satu atau keduanya terluka. Mungkin ada orang-orang yang dapat menikmati HTS. Namun HTS tidak pernah mampu membuat seseorang belajar menjalani komitmen dengan baik dan membuat keputusan hidup dengan tegas dan bertanggung jawab. Padahal, itulah yang dibutuhkan dan dilakukan ketika seseorang memilih jalan berpacaran. Jika tidak siap menjalani satu hubungan, mengapa tidak berteman biasa saja?
Dalam hubungannya dengan Tuhan, yang terjadi pada orang Kristen adalah sebaliknya: Status Tanpa Hubungan (STH). Banyak orang berstatus Kristen tetapi tidak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Ada orang-orang Kristen yang tidak suka berdoa dan membaca Alkitab. Ada orang-orang Kristen yang hampir tidak pernah datang beribadah di gereja. Ada orang-orang Kristen yang tidak mau mendengarkan Firman Tuhan, apalagi melakukannya. Ada orang-orang Kristen yang perkataan dan perbuatannya tidak mencerminkan nilai-nilai Kristiani. Bagi orang-orang tersebut, menjadi Kristen bukanlah persoalan spiritual dan gaya hidup melainkan hanya persoalan administratif.
Menjadi Kristen mestinya bukan hubungan tanpa status dengan Tuhan, juga bukan status tanpa hubungan. Menjadi Kristen mestinya menyangkut keutuhan diri. Ia menyangkut status dan identitas seseorang, juga spiritualitas dan gaya hidup orang tersebut. Meski pada kenyataannya, menjadi Kristen adalah proses yang tidak sempurna, di mana orang Kristen bisa jatuh ke dalam dosa, bisa melakukan kesalahan, dan bisa terjadi ketidaksesuaian antara iman dan perbuatan. Namun, setiap orang Kristen perlu terus mengupayakan untuk menjadi Kristen seutuhnya.

© 2015 GKI Surya Utama
Top
Follow us: